Secara tersirat berisi kasus yang saya alami, tapi bisa juga terjadi sama mahasiswa lainnya,sama sama ambil pelajarannya saja yang berguna bagi kehidupan
Selasa, 14 Juni 2011
Quote of the day
I FAILED in some subjects in exam, but my friend PASSED in all. Now, he is an ENGINEER in Microsoft and I am the OWNER of Microsoft - Bill Gates-
Sabtu, 21 Mei 2011
KECEWA, NAMUN TAK PERLU DISESALI DAN JANGAN DIULANGI
Suatu ketika, saat kita membuat janji pada diri sendiri, akan ada dorongan bagi kita untuk menjalankannya. Namun tidak sedikit pula suatu dorongan hati untuk melanggarnya. Memang berat jika janji yang kita buat adalah suatu hal yang sangat sukar dilakukan bagi kita, meski sebenarnya bermanfaat. Satu contoh kita ambil saja kita berjanji pada diri kita untuk tidak menyontek saat menghadapi ujian.
Disaat kita menghadapi ujian, mungkin ada yang merasa dilematis akan apa keputusan yang harus diambil. Di satu sisi kita berutang budi dengan orang tua yang sudah susah payah membiayai kuliah kita sehingga ada dorongan untuk membayarnya dengan nilai yang bagus, namun yang sisi lain ada tanggung jawab atas apa yang kita kerjakan pada Tuhan YME. Ketika menghadapi ujian pada mata kuliah dimana itu menjadi momok bagi mahasiswa, akan sempat terpikir untuk meminta bantuan pada teman yang lebih pandai, meski sebenrnya kita mampu jika kita belajar. Selain itu kita akan mengalami tekanan tersendiri untuk memenuhi janji kita. Hal tersebut jelas akan membuat kita dilematis akan apa yang harus kita pilih.
Seharusnya, jika kita sudah merasa dewasa, sudah lebih bisa memprioritaskan untuk memenuhi janji kita, yakni untuk tidak mencontek. Kita ambil saja sebuah situasi dimana sebelum ujian berlangsung, kita tidak belajar karena keasyikan bermain game sebelumnya, dan pada saat ujian berlangsung, kita yang seharusnya bisa menjadi tidak bisa. Memang kita akan terbebani dengan apa yang telah diberikan orang tua pada kita jika kita setidaknya membalas dengan prestasi kita, namun pikirkanlah terlebih dahulu apa yang sebenarnya diinginkan oleh kita semua, tidak hanya untuk kesenangan orang tua, namun juga untuk kita dan masa depan kita.
Sesungguhnya, orang tua akan lebih bahagia jika kita berprestasi tidak hanya dalam lingkup akademik, namun juga dalam lingkup kepribadian. Mungkin jelas kita KECEWA karena tidak bisa memberikan suatu balasan pada orang tua dari nilai yang kita dapat, namun hal tersebut tidak perlu DISESALI. Yang terpenting adalah bagaimana kita kedepan. Karena orang tua sesungguhnya akan lebih senang jikalau kita berhasil di masa depan. Maka dari itu, mungkin kita akan kecewa dengan apa yang seharusnya bisa kita dapat menjadi tidak kita dapat karena kesalahan kita sendiri. Namun inilah kita, manusia, tempat khilaf. Tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, sekali lagi, yang terpenting adalah jangan mengulangi atas apa-apa kesalahan yang pernah kita perbuat, PERBAIKI dan TERUS MAJU !!!
Pertanggung jawaban pada diri sendiri
Suatu ketika disaat kita, entah itu mengemban amanah maupun atas kemauan sendiri pasti ada suatu hal yang perlu ditekankan. Yakni pertanggung jawaban. Tangung jawab, dimana objek tersebut adalah suatu hal yang selalu menjadi acuan utama memilih pemimpin dengan tidak mengesampingkan acuan-acuan lainnya. Dalam topic ini, bahasan yang saya pakai adalah lingkup remaja saat ini, dimana tiap individu yang bertanggung jawab, setidaknya pada diri sendiri adalah sulit untuk mencarinya.
Pada hakekat yang ada, seharusnya tanggung jawab selalu ada dalam ruang lingkup kehidupan kita. Dimana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa saja kita selalu dihadapkan pada apa yang dinamakan tanggung jawab. Mungkin munafik bila saya mengatakan saya sudah menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab saya dengan baik. Hal itulah (pertanggung jawaban) yang memang jarang atau bahkan mungkin tidak ada dalam benak tiap remaja saat ini. DImana seharusnya menjalankan tanggung jawab, namun malah sebaliknya. Tanggung jawab seolah olah tidak ada, hanyalah seonggok teori yang mendasari kehidupan di tiap aspeknya. Hal inilah yang sebenarnya menimbulkan suatu masalah baru jika praktek pertanggungjawaban itu hilang.
Banyak contoh dalam kehidupan sehari hari remaja saat ini praktek pertanggung jawaban hilang dari tempatnya. Contohnya seperti saat para murid SMA yang ketagihan game, dimana saat merka seharusnya masuk sekolah, mereka malah membolos dengan santainya dengan ketidaktahuan orang tua mereka. Dan setelah itu,tidak ada pertanggung jawaban dari mereka. Mungkin masih banyak contoh yang lain.
Dalam lingkup mahasiswa, (untuk pembelajaran saja) mungkin saya mengalaminya, dimana ada seorang kawan sesama maba jarang atau bahkan mungkin tidak pernah masuk ketika pembelajaran semester ganjil berlangsung. Begitu semester genap, ia baru menampakkan batang hidung nya. Entah kemana saja ia selama ini. Yang jelas itu sama saja dengan tidak ada nya pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan oleh orang tuanya. Dimana membiayai kuliah yang semakin mahal saja. Tidak seharusnya seorang anak menghianati apa yang telah diberikan oleh orang tuanya. Belum lagi soal menyontek dimana banyak remaja saat ini yang berorientasi pada nilai, dan tidak mempertanggung jawabkannya. Setidaknya mereka mencari ilmu pada saat proses pembelajaran, sehingga mindset yang ditanam ialah, bukan seberapa besar nilai yang didapat yang lebih penting adalah kita mendapat ilmu yang bermanfaat meski kecil nilainya. Setidaknya dengan demikian kita akan mempertanggung jawabkan pada orang tua atas apa yang telah diberikannya pada kita. Karena yang perlu diyakini adalah bahwasannya orang tua akan lebih bahagia bila kita jujur dalam pertanggung jawaban daripada kita hanya memanipulasi apa yang kita dapat sebenarnya.
Masalah dan Kehidupan
Masalah dan kehidupan di dunia ini adalah bak dua sisi mata uang yang tidak bisa saling dipisahkan. Dimana ada kehidupan,disitu pasti ada masalah. Demikian pula dengan masalah. Masalah ada disaat kita mendapatkan kehidupan.
Masalah, suatu objek dimana kita yang merasakan seolah menjadi kehilangan semangat hidup. Bahkan dengan adanya masalah ada kemungkinan motivator nomor satu didunia pun akan sulit memotivasi orang yang punya masalah. Namun hal itu juga berdasarkan tingkat kerumitan masalah yang dihadapi. Disamping itu seharusnya tiap individu bisa menyelesaikan masalah nya dengan sendiri nya. Hanya saja mungkin akan terasa lebih susah.
Dan yang perlu diingat ialah Tuhan tidak memberi cobaan diluar batas kemampuan umatnya.Cobaan disini salah satunya ialah dimana kita mendapatkan masalah itu. Hal tersebut (masalah) banyak dilupa oleh orang bahwasannya sesungguhnya selalu ada jalan keluar. Asal kita tidak mudah menyerah. Berusaha menghadapi dan menyelesaikan masalah itu bukan malah menghindarinya dengan cara yang tidak seharusnya dilakukan. Kebanyakan orang dan tragisnya kebanyakan remaja masa kini jika menghadapi masalah menyelesaikannya dengan bunuh diri. Banyak sekali berita di setiap harinya berisi bunuh dirinya seorang remaja karena hal hal yang bisa dianggap sepele.Hal yang sangat tragis, dimana hal tersebut membuktikan bahwa banyak individu individu saat ini sudah semakin jauh dari Tuhan nya. Karena sesungguhnya jika mereka mau lebih mendekat pada Tuhan nya niscaya pasti ada ketenangan jiwa sehingga menyelesaikan masalah akan semakin mudah dengan jiwa yang lebih tenang.
Mungkin memang, disaat kita menjalani masalah itu dalam hidup kita, seolah olah masalah tersebut tidak ada jalan keluarnya sama sekali. Dan merasa Tuhan sangat jahat kepada kita. Namun sesungguhnya jika kita mau melihat dari perspektif lain, tidak dari sisi negative masalah itu diberikan pada kita, bahwasannya masalah itu adalah semacam suatu pembelajaran bagi kita. Entah seperti apa sisi positif masalah tersebut. Karena tiap masalah mempunyai sisi positif dan negative yang berbeda beda. Mungkin salah satu sisi positif yang pernah saya rasakan adalah dengan adanya masalah tersebut membuat saya menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Memang mungkin saat masalah itu menghampiri kita disaat kita lebih mempunyai banyak sisi kekurangan dalam hidup. Namun bukan berarti kita harus menghadapi dan menyelesaikannya dengan sisi kurang kita itu. Secara tidak sadar akan ada sisi positif yang sebelumnya tidak nampak dalam hidup kita menjadi perlahan terlihat meski tidak dominan. Sehingga jika kita tidak menghindari masalah tersebut dan melihatnya dari sisi positifnya adalah bahwasannya Tuhan memberi masalah tersebut supaya kita lebih menjadi individu berkualitas. Dimana tidak selalu sisi kurang kita yang dominan, namun semakin munculnya sisi positif kita yang sebelum sebelumnya masih belum nampak pada diri kita, bahkan kita tidak mengetahui bahwa kita sebenarnya mempunyai sisi positif lebih dari apa yang selama ini pikirkan. Yang terpenting dari adanya masalah - masalah dalam kehidupan kita ini adalah JANGAN PERNAH MENGHINDARI MASALAH, HADAPI DAN SELESAIKAN, LIHAT MASALAH KITA DARI PERSPEKTIF POSITIF, JANGAN SELALU MELIHAT MASALAH DARI SISI NEGATIF SAJA.
Jumat, 20 Mei 2011
Bagaimana Mencapai Target bukan Bagaimana Target Terpenuhi
Dewasa ini, banyak remaja dimana jenjang SMA sudah mulai berancang-ancang membuat perencanaan bagaimana agar masa depan nya cerah. Tanpa memikirkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Dan penekanan disini adalah untuk para mahasiswa. Banyak diantara mereka yang bertujuan Mendapat nilai bukan Mencari Nilai.
Sama seperti judul, dimana yang menjadi fokus adalah suatu hal instan. Banyak yang tidak peduli atas fenomena ini. Banyak mahasiswa yang berdemo sana sini, menyalahkan pemimpinnya sana sini, namun tanpa melihat bagaimana jika mereka yang berada di posisi itu? Belum lagi dengan tumpuan negara pada mereka agar menjadi generasi penerus. Kata penerus disini masih dalam artian yang yang negatif menurut saya, hal itu tidak lepas dari realita saat ini. Karena relita yang ada telah menampakkan bahwa negara ini carut marut. Jikalau kita menjadi generasi penerus, berarti kita yang akan mencarut marutkan negara ini.
Sebenarnya hal itu tidak akan terjadi (kita mencarut marutkan negara ini) jika kita bisa lebih fokus pada bagaimana kita tidak memikirkan hal yang berbau instan. Lebih kepada bagaimana kita mencapai sesuatu bukan sesuatu itu harus kita capai sehingga membuat kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Sehingga kita tidak hanya bisa mengkritisi, namun juga bisa memperbaiki andai berada diposisi itu.
Sama seperti judul, dimana yang menjadi fokus adalah suatu hal instan. Banyak yang tidak peduli atas fenomena ini. Banyak mahasiswa yang berdemo sana sini, menyalahkan pemimpinnya sana sini, namun tanpa melihat bagaimana jika mereka yang berada di posisi itu? Belum lagi dengan tumpuan negara pada mereka agar menjadi generasi penerus. Kata penerus disini masih dalam artian yang yang negatif menurut saya, hal itu tidak lepas dari realita saat ini. Karena relita yang ada telah menampakkan bahwa negara ini carut marut. Jikalau kita menjadi generasi penerus, berarti kita yang akan mencarut marutkan negara ini.
Sebenarnya hal itu tidak akan terjadi (kita mencarut marutkan negara ini) jika kita bisa lebih fokus pada bagaimana kita tidak memikirkan hal yang berbau instan. Lebih kepada bagaimana kita mencapai sesuatu bukan sesuatu itu harus kita capai sehingga membuat kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Sehingga kita tidak hanya bisa mengkritisi, namun juga bisa memperbaiki andai berada diposisi itu.
Posting Pembuka
Wah,blog baru (lagi) rek.....
Sempat dulu bikin via Blogger,tapi tak terurus, sempat bikin via tumblr, tapi sepi. Teman teman pada bikin via Blogger, migrasi deh akhirnya.
Di blog baru ini saya akan mencoba sedikit share tentang bagaimana kehidupan mahasiswa, namun dalam tampilan bukan seperti diary yang umum dibuat oleh para teman teman, hanya sebagai postingan ajang diskusi atau untuk diambil nilai nilai positif nya agar berguna bagi nusa bangsa serta agama,hahahaha (lebay !!)
Selai itu akan saya sisipkan atau share ilmu tentang ubuntu, kalau memang levelnya masih rendah harap maklum yeeee, namanya juga masi nubitol. Baru nyoba sekitar beberapa minggu pakai ubuntu, migrasi dari windows,hehehe
Sekian posting pembuka blog ini, Silakan follow kalau mau. Saran dan Kritik tidak ditolak loooo...hehehehe
Sempat dulu bikin via Blogger,tapi tak terurus, sempat bikin via tumblr, tapi sepi. Teman teman pada bikin via Blogger, migrasi deh akhirnya.
Di blog baru ini saya akan mencoba sedikit share tentang bagaimana kehidupan mahasiswa, namun dalam tampilan bukan seperti diary yang umum dibuat oleh para teman teman, hanya sebagai postingan ajang diskusi atau untuk diambil nilai nilai positif nya agar berguna bagi nusa bangsa serta agama,hahahaha (lebay !!)
Selai itu akan saya sisipkan atau share ilmu tentang ubuntu, kalau memang levelnya masih rendah harap maklum yeeee, namanya juga masi nubitol. Baru nyoba sekitar beberapa minggu pakai ubuntu, migrasi dari windows,hehehe
Sekian posting pembuka blog ini, Silakan follow kalau mau. Saran dan Kritik tidak ditolak loooo...hehehehe
Langganan:
Komentar (Atom)