Sabtu, 21 Mei 2011

KECEWA, NAMUN TAK PERLU DISESALI DAN JANGAN DIULANGI

Suatu ketika, saat kita membuat janji pada diri sendiri, akan ada dorongan bagi kita untuk menjalankannya. Namun tidak sedikit pula suatu dorongan hati untuk melanggarnya. Memang berat jika janji yang kita buat adalah suatu hal yang sangat sukar dilakukan bagi kita, meski sebenarnya bermanfaat. Satu contoh kita ambil saja kita berjanji pada diri kita untuk tidak menyontek saat menghadapi ujian.
Disaat kita menghadapi ujian, mungkin ada yang merasa dilematis akan apa keputusan yang harus diambil. Di satu sisi kita berutang budi dengan orang tua yang sudah susah payah membiayai kuliah kita sehingga ada dorongan untuk membayarnya dengan nilai yang bagus, namun yang sisi lain ada tanggung jawab atas apa yang kita kerjakan pada Tuhan YME. Ketika menghadapi ujian pada mata kuliah dimana itu menjadi momok bagi mahasiswa, akan sempat terpikir untuk meminta bantuan pada teman yang lebih pandai, meski sebenrnya kita mampu jika kita belajar.  Selain itu kita akan mengalami tekanan tersendiri untuk memenuhi janji kita. Hal tersebut jelas akan membuat kita dilematis akan apa yang harus kita pilih.
Seharusnya, jika kita sudah merasa dewasa, sudah lebih bisa memprioritaskan untuk memenuhi janji kita, yakni untuk tidak mencontek. Kita ambil saja sebuah situasi dimana sebelum ujian berlangsung, kita tidak belajar karena keasyikan bermain game sebelumnya, dan pada saat ujian berlangsung, kita yang seharusnya bisa menjadi tidak bisa. Memang kita akan terbebani dengan apa yang telah diberikan orang tua pada kita jika kita setidaknya membalas dengan prestasi kita, namun pikirkanlah terlebih dahulu apa yang sebenarnya diinginkan oleh kita semua, tidak hanya untuk kesenangan orang tua, namun juga untuk kita dan masa depan kita.
Sesungguhnya, orang tua akan lebih bahagia jika kita berprestasi tidak hanya dalam lingkup akademik, namun juga dalam lingkup kepribadian. Mungkin jelas kita KECEWA karena tidak bisa memberikan suatu balasan pada orang tua dari nilai yang kita dapat, namun hal tersebut tidak perlu DISESALI. Yang terpenting adalah bagaimana kita kedepan. Karena orang tua sesungguhnya akan lebih senang jikalau kita berhasil di masa depan. Maka dari itu, mungkin kita akan kecewa dengan apa yang seharusnya bisa kita dapat menjadi tidak kita dapat karena kesalahan kita sendiri. Namun inilah kita, manusia, tempat khilaf. Tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, sekali lagi, yang terpenting adalah jangan mengulangi atas apa-apa kesalahan yang pernah kita perbuat, PERBAIKI dan TERUS MAJU !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar